Alkohol Dapat Menciutkan Volume Otak

Posted on October 28th, 2008 in Uncategorized by vedy-rockmantik

Makin banyak alkohol yang diminum seseorang, makin kecil volume otaknya, demikian suatu laporan yang disiarkan dalam jurnal AS, Archives of Neurology, terbitan Oktober.

Volume otak berkurang sejalan dengan bertambahnya usia, yang diperkirakan 1,9 persen per dasawarsa, dengan disertai oleh peningkatan “lesion” putih, demikian keterangan latar-belakang dalam artikel tersebut. “Lesion” adalah jaringan tidak normal yang ditemukan di dalam organisme, biasanya yang rusak oleh penyakit atau trauma, demikian diwartakan Xinhua.

Volume otak yang lebih rendah dan “lesion” putih yang lebih besar juga terjadi sejalan dengan perkembangan “dementia” dan gangguan berfikir, belajar, dan ingatan.

Konsumsi alkohol dalam jumlah sedang telah berhubungan dengan resiko lebih rendah serangan jantung; karena otak menerima darah dari sistem itu, para ahli telah memperkirakan bahwa alkohol dalam jumlah sedikit juga mungkin menipiskan kecenderungan yang berhubungan dengan usia pada volume otak.

Para peneliti dari Wellesley College, Massachussett dan rekannya mempelajari 1.859 orang dewasa –rata-rata berusia 60 tahun. Antara 1991 dan 2001, peserta studi itu menjalani “magnetic resonance imaging” (MRI) dan pemeriksaan kesehatan. Mereka melaporkan jumlah alkohol yang mereka konsumsi per pekan, serta usia, pendidikan mereka, dan faktor lain.

“Kebanyakan peserta melaporkan konsumsi alkohol dalam jumlah kecil, dan pria lebih mungkin dibandingkan dengan perempuan untuk menjadi peminum sedang atau berat,” kata penyusun tulisan itu. “Ada hubungan linear negatif yang mencolok antara konsumsi alkohol dan volume total otak.”

Meskipun pria lebih mungkin untuk meminum alkohol, hubungan antara minum alkohol dan volume otak lebih kuat pada perempuan, kata mereka.

Rokok Membuat Anda Cepat Tua

Posted on October 28th, 2008 in Uncategorized by vedy-rockmantik

HASIL studi Dr Arto Y Stranberg dan timnya dari Universitas Helsinki, Finlandia, menyebutkan pria perokok, selain berpeluang besar mati muda, memiliki kualitas hidup buruk seperti orang yang berusia 10 tahun lebih tua. Bahkan, penurunan kualitas hidupnya terus berlangsung meski telah berhenti merokok.

“Efek negatif yang besar terutama terlihat di kalangan perokok berat (lebih dari 20 batang rokok per hari) yang kehilangan sekitar 10 tahun dari angka harapan hidup mereka. Mereka yang berhasil bertahan akan mengalami penurunan kualitas hidup yang signifikan,” ungkap Strandberg.

Studi yang dimuat dalam Archives of Internal Medicine edisi 13 Oktober itu menganalisis data 1.658 pria yang lahir pada 1919-1934, yang diwawancarai pada 1974. Dua puluh enam tahun kemudian didapatkan data 372 orang telah meninggal.

Para peneliti menyimpulkan pria yang tidak pernah merokok memiliki hidup rata-rata 10 tahun lebih lama ketimbang pria yang merokok lebih dari 20 batang per hari.

4 Fakta tentang Cinta

Posted on October 28th, 2008 in Uncategorized by vedy-rockmantik

Berikut saya beberkan 4 (empat) fakta tentang cinta yang pernah saya kliping dari Tabloid Aura edisi lama.

1. Cinta itu seperti obat. Jika kita tertarik pada seseorang, otak akan mengeluarkan amphetamine alami seperti phenylethylamine (PEA) yang membuat kita merasa gembira.

2. Tubuh kita menjadi lebih sensitif karena terjadi peningkatan adrenalin. Jantung berdetak lebih cepat, meningkatkan aliran darah ke otot dan kulit.

3. Makin lama kita jatuh cinta, produksi endorphin (zat kimia yang membuat kita merasa senang) makin meningkat. Kadar zat kimia oxytocin juga meningkat yang membuat kita merasa senang jika gandengan tangan atau berada dalam dekapan kekasih.

4. Ketika akan putus cinta, salah satu penyebab yang membuat kita merasa takut adalah berkurangnya PEA.

Dipersembahkan untuk Sahabat yang sedang jatuh cinta maupun yang sedang patah hati.